TANGGAMUS, ruangmedia.site – Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 di SMAN 1 Kota Agung menjadi perhatian setelah besarnya alokasi belanja honorarium dan administrasi kegiatan sekolah menyerap hampir setengah dari total dana yang diterima sekolah.
Berdasarkan data realisasi anggaran yang diperoleh redaksi, SMAN 1 Kota Agung menerima Dana BOS sebesar Rp1.416.000.000. Dari jumlah tersebut, tercatat Rp317.160.000 digunakan untuk pembayaran honor dan Rp299.886.850 untuk administrasi kegiatan sekolah.
Jika digabungkan, kedua pos tersebut mencapai Rp617.046.850 atau sekitar 43,58 persen dari total Dana BOS yang dikelola sekolah selama tahun 2025.
Besarnya angka tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas dan prioritas penggunaan anggaran pendidikan yang bersumber dari APBN tersebut.
Sorotan utama tertuju pada belanja honorarium. Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi dari sejumlah sumber, jumlah tenaga honorer di SMAN 1 Kota Agung disebut hanya sekitar tiga orang.
Apabila seluruh anggaran honor sebesar Rp317.160.000 benar-benar diperuntukkan bagi tiga tenaga honorer tersebut, maka rata-rata penerimaan mencapai sekitar Rp105,7 juta per orang per tahun atau setara Rp8,81 juta per bulan.
Perhitungan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan yang membutuhkan penjelasan resmi dari pihak sekolah.
Apakah terdapat tenaga honorer lain yang belum tercantum dalam informasi yang beredar?
Apakah terdapat kegiatan atau tenaga pendukung lain yang pembayarannya dibebankan ke dalam pos honorarium?
Ataukah terdapat komponen belanja tertentu yang secara administrasi masuk kategori honor sehingga menyebabkan nilainya mencapai ratusan juta rupiah?
Pertanyaan tersebut menjadi relevan mengingat Dana BOS merupakan dana publik yang wajib dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Selain belanja honor, perhatian juga tertuju pada pos administrasi kegiatan sekolah yang mencapai Rp299.886.850 atau sekitar 21,18 persen dari total Dana BOS.
Nilai tersebut tergolong signifikan karena hampir menyamai alokasi pembayaran honorarium.
Publik berhak mengetahui rincian penggunaan anggaran administrasi tersebut, termasuk berapa besar yang digunakan untuk kebutuhan alat tulis kantor, layanan internet, administrasi pembelajaran, jasa pendukung operasional sekolah, maupun kebutuhan administratif lainnya.
Semakin besar nilai suatu pengeluaran, semakin besar pula tuntutan akuntabilitas yang melekat pada pengelolanya.
Di sisi lain, data yang sama menunjukkan alokasi untuk pengembangan perpustakaan dan layanan literasi hanya sebesar Rp144.807.000 atau sekitar 10,23 persen dari total Dana BOS.
Angka tersebut jauh di bawah gabungan belanja honor dan administrasi yang mencapai lebih dari Rp617 juta.
Perbandingan ini menimbulkan pertanyaan mengenai arah prioritas penggunaan anggaran. Sebab secara substansi, Dana BOS dirancang untuk mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan, penguatan proses pembelajaran, pengembangan literasi, serta kebutuhan peserta didik secara langsung.
Dalam perspektif tata kelola keuangan publik, transparansi bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat yang menjadi pemilik sah uang negara.
Karena itu, penjelasan rinci dari pihak sekolah mengenai komposisi penerima honorarium dan rincian belanja administrasi menjadi penting agar tidak menimbulkan spekulasi maupun persepsi negatif di tengah masyarakat.
Sorotan terhadap penggunaan Dana BOS tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran, melainkan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap pengelolaan anggaran pendidikan yang bersumber dari APBN.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMAN 1 Kota Agung, Ratna Uli, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak sekolah maupun instansi terkait sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Apabila terdapat penjelasan resmi atau data tambahan dari pihak terkait, ruangmedia.site akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang dan profesional.(***)












Komentar